Langsung ke konten utama

Tilawati Untuk Mempermudah Pengajaran Al-Qur'an

Untuk pembelajaran mata kuliah Studi Qur’an kali ini mahasiswa dikenalkan dengan metode tilawati. Metode tilawati adalah salah satu cara untuk mempelajari Al-Qur’an. Metode dalam tilawati banyak diminati berbagai kalangan karena dalam penerapannya yang praktis, efektif dan efisien. Dengan adanya metode tilawati ini diharapkan belajar membaca Al-Qur’an menjadi hal yang mudah dan menyenangkan. 
 Metode tilawati ini diperkenalkan oleh Bapak Toha Mahsun, S.Ag, Bapak Hari Susandi, S.Ag, dan Bapak Drs. H. Ali Muaffa dari Pesantren Nurul Falah. Pesantren Al-Qur’an Nur Falah adalah pesantren yang memiliki misi untuk membumikan Al-Qur’an dengan cara membantu orang- orang yang ingin belajar juga memfasilitasi orang yang berniat untuk mengajarkan Al-Qur’an. Bisa dibilang pesantren ini adalah wadah untuk orang yang ingin belajar dan mengajarkan Al-Qur’an. Apalagi saat ini orang – orang muslim banyak yang belum bisa membaca Al-Qur’an, hal ini dikarenakan metode yang digunakan kurang sejalan dengan perkembangan zaman. 
Teknik yang digunakan dalam pembelajaran Al-Qur’an kali ini adalah dengan 3 cara, yang pertama, guru membaca sedangkan murid menyimak, kedua, guru membaca murid menirukan sedangkan yang ketiga dibaca bersama – sama. Teknik yang berulang – ulang ini cocok untuk orang yang benar – benar ingin belajar Al-Qur’an, karena dengan teknik pengulangan akan membuat murid cepat mengingat pelajaran yang didapat. Selain menggunakan teknik pengulangan, pengajaran di pondok ini juga menggunakan tilawat, dimana pada saat murid membaca Al-Qur’an menggunakan lagu. Lagu yang digunakan adalah ros, karena lagu ini adalah lagu yang paling mudah digunakan dalam pengajaran dengan nadanya yang sederhana. 
 Kami tidak hanya diajarkan bagaimana belajar Al-Qur’an dengan metode tilawati, tapi juga diajarkan bagaimana mengajarkan Al-Qur’an dengan metode tilawati.
 خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
 “Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. al-Bukhari) 
Semoga apa yang sudah diberikan kepada kami mampu bermanfaat untuk kami dan orang lain. Serta dapat mengajarkan Al-Qur’an kapanpun dan dimanapun. Agar bacaan Al-Qur’an selalu menggema dan membawa rahmat untuk kita semua. “…jangan lewatkan satu haripun rumah anda tanpa suara Al-Qur’an.” (dikutip dari www.terapishalatbahagia.net)

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

SINERGI DAKWAH KONTEMPORER

Sebagai Laporan Kuliah Lapangan Mata Kuliah Ilmu Dakwah Kota Surabaya yang merupakan Ibu kota Provinsi Jawa Timur ini merupakan pusat pemerintahan daerah, politik, perdagangan, industry, pendidikan, dan kebudayaan sehingga tidak mengherankan apabila Surabaya memiliki daya tarik tersendiri bagi orang-orang yang berasal dari luar Kota Surabaya untuk bermigrasi. Mereka datang dengan berbagai motif dan yang paling dominan adalah motif ekonomi dengan tujuan mencari kehidupan yang lebih baik. Besarnya penduduk yang bermigras dan terbatasnya lapangan pekerjaan di Kota Surabaya ini menjadi salah satu faktor pendorong munculnya kegiatan prostitusi. Surabaya memiliki sebuah kawasan lokalisasi yang sangat terkenal hingga dikatan sebagai yang terbesar di Asia Tenggara. Kawasan Dolly atau yang biasa terkenal dengan sebutan Gang Dolly adalah nama kawasan lokalisasi tersebut. Lokalisasi ini terletak di Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan. Dikatakan sebagai tempat prostitusi terbesa...